Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

-- BELAJAR TIPOGRAFI --

Tipografi (dalam bahas inggris : Typography) adalah perpaduan antara seni dan teknik mengatur tulisan, agar maksud serta arti tulisan dapat tersampaikan dengan baik secara visual kepada pembaca. Pengola
han tipografi tidak hanya terbatas lewat pemilihan jenis huruf, ukuran huruf, dekorasi, kesesuaian dengan tema, tetapi juga meliputi tata letak vertikal atau horizontal tulisan pada sebuah bidang desain.
Ilmu tipografi digunakan pada banyak bidang diantaranya desain grafis, desain web, percetakan, majalah, desain produk dll.
Ahli Tipografi disebut TIPOGRAFER.

JENIS HURUF

- Serif, dengan ciri memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. 

Persis mendekati ujung kaki-kaki hurufnya, baik di bagian atas maupun bawah, 

terdapat pelebaran yang menyerupai penopang atau tangkai. 

Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin. 

Menurut sejarah, asal-usul bentuk huruf ini adalah mengikuti bentuk pilar-pilar bangunan di Yunani Kuno.



Kegunaan tangkai serif. Pada ukuran teks kecil, seperti seukuran tulisan teks di surat kabar atau buku, 

umumnya tangkai pada kaki-kaki font serif membantu agar tulisan mudah dibaca. 

WHY? Karena tangkai font serif membantu membentuk garis tak tampak yang memandu kita mengikuti sebuah baris teks. 

Karena itulah banyak buku-buku di-layout dengan serif. 



contoh :







-Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. 

Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien. 



Pada kondisi-kondisi berikut ini: 

- huruf amat kecil (seperti tulisan bahan-bahan di label makanan) 

- huruf amat besar (seperti di plang-plang merek) yang harus dilihat dari jauh

- di layar monitor



Huruf sans serif kadang lebih mudah dibaca. 



WHY? Karena justru kaki-kaki font serif memperumit bentuk huruf sehingga sedikit lebih lama dibaca. 

Jika huruf kecil sekali atau pada resolusi rendah seperti di layar monitor, kaki serif bisa tampak bertindihan dan menghalangi pandangan. 



contoh :






- Script

Huruf sambung atau script bisa juga Anda sebut “huruf tulis tangan” (handwriting) karena menyerupai tulisan tangan orang. 

Atau bisa juga disebut “huruf undangan” karena hampir selalu hadir di kartu-kartu undangan karena dipandang indah dan anggun. 

Ada berbagai macam huruf script dan handwriting, mulai dari yang kuno hingga modern, dari yang agak lurus hingga miring dan amat “melingkar-lingkar”. 

Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab. 



contoh:






Miscellaneous/Decorative, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. 

Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental. 



contoh :





Prinsip Tipografi
1. Legibility

Kualitas pada huruf membuat huruf tersebut dapat dibaca



2.Readibility

Penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya dengan huruf lain sehingga terbaca



3.Visibility

Kemampuan suatu huruf, kata, kalimat dalam suatu karya komunikasi visual dapat terbaca dalam jarak tertentu



4.Clarity

Kemampuan huruf-huruf dalam karya desain dapat dibaca dan dimengerti oleh pengamat yang dituju



Karakter Huruf
1.Vertical\t: stroke vertikal sebagai stroke utama

ex. E, F, H, I, L, T



2.Curved\t: stroke utama melengkung

ex. C, O, Q, S



3.Oblique\t: stroke utama diagonal

ex. A, K, M, V, W, X, Y, Z



4.Combination : stroke utama gambar antara vertikal dan melengkung

ex. B, D, G, J, P, R, U



Garis Bantu
Code:
- Capline\t: garis maya lurus bagian teratas huruf besar

- Meanline: garis lurus bagian teratas huruf kecil

- Baseline\t: garis maya lurus bagian terbawah huruf

- Descender: bagian huruf kecil yang berada di bawah baseline

- Ascender: bagian huruf kecil yang berada diantara meanling dan capline

- X-Height\t: jarak baseline ke meanline





Kelompok Huruf dari sudut negatif

Code:
Ruang negatif sudut lengkung

Ex. B, C, D, G, O, P, Q, R, S, 





Ruang negatif sudut segitiga

Ex. A, K, M, N, V, W, X, Y, Z





Ruang negatif sudut persegi

Ex. E, F, H, I, L, T





Kelompok Huruf Dari Sudut Geometri
Code:
Kelompok garis tegak datar

Ex. E, F, H, I, L, T



Kelompok garis tegak miring

Ex. K, A, M, N, V, W, X, Y, Z



Kelompok garis tegak lengkung

Ex. B, D, G, J, P, R, U



Kelompok garis lengkung

Ex. C, O, Q, S



Perbandingan Besar Huruf
Code:








Bagian Jenis Huruf

Code:
Apex\t: ujung segitiga uppercase A

Hairline : stroke tertipis

Crossbar : garis horisontal yang menghubungkan 2 sisi huruf

Fillet\t: garis lengkung yang menghubungkan serif dan stem





Spine\t: garis melengkung ditengah huruf S





Code:
Bowl\t: stroke yang melengkung menutup counter huruf

Ear\t: stroke kecil yang keluar dari kanan bowl huruf g

Link\t: stroke yang menghubungkan 

\t  bowl dan loop pada huruf g

Loop\t: bowl yang ada di bagian 

 \t  bawah huruf g





Counter : negative space tertutup/terbuka

Serif : stroke pendek keluar dari stroke utama

Spur : stroke kecil (lebih kecil dari Serif)








Code:
Arm\t: garis horisontal yang keluar, 

\t  baik yang menempel 

\t  stroke/tidak





Eye\t: counter huruf lowercase





Leg\t: diagonal stroke bawah pada huruf K





Shoulder\t: stroke melengkung yang keluar dari stem

Tail\t: stroke bawah yang melengkung pada huruf R & J







Letter Syntax
Code:
Letter Syntax

penggabungan huruf-huruf untuk memperoleh suatu konfigurasi bentuk baru



Hal yang harus diperhatikan dalam letter syntax :

1.Contras\t: typeface beda, karakter huruf beda

2.Simplicity : negative-positive tidak terlalu kompleks

3.Proporsi : antara yang tampak dan tidak tampak harus tepat supaya legible



Synthesis\t: penggabungan elemen-elemen menjadi satu kesatuan



Overlapping : penumpukan elemen-elemen menjadi satu



SISTEM PENGUKURAN HURUF DALAM TIPOGRAFI

Code:
Meliputi;

1.Tinggi huruf

2.Panjang baris huruf

3.Jarak antar huruf (kerning)

4.Jarak antar  baris (leading)



Unit ukur tipografi;

Point\t: tinggi huruf

Pica\t: panjang huruf

Unit\t: jarak antar huruf



1 pica\t: 12 pt

1 inch\t: 8 pica (1 inch = 2,359 cm)

1 inch\t: 72 pt



TYPE SIZE

1. Display type : untuk judul (Headline), supaya menarik perhatian ukuran 18 pt ke atas

2. Text Type : untuk teks (text), badan teks ukuran 14 pt ke bawah



PANJANG BARIS HURUF

Panjang ideal \t: 2 eyespan

Normal\t\t: kurang lebih 5-6,5/12-15 pica

Baris yang terlalu panjang dapat membuat pembaca kehilangan starting point (titik awal baris)



* Eyespan adalah jarak pandang mata tanpa harus menggerakan kepala



Jarak antar huruf (kerning)

Tidak boleh terlalu dekat/terlalu jauh



Jarak antar baris (leading)

Tidak boleh terlalu dekat karena mengakibatkan baris yang sama terbaca 2 kali, tidak boleh terlalu jauh karena mengakibatkan pembaca kehilangan starting point


Sumber :
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000002477605/belajar-tipografi-yuk-share/

Jumat, 26 April 2013

Seni dan Gaya Kaligrafi

Penulisan kaligrafi merupakan salah satu bentuk keindahan Alquran yang disebut juga seni menulis indah . Kaligrafi diciptakan dan dikembangkan oleh kaum Muslim sejak kedatangan Islam. Dibandingkan seni Islam yang lain, kaligrafi memperoleh kedudukan yang paling tinggi dan merupakan ekspresi semangat Islam yang sangat khas. Oleh karena itu, kaligrafi sering disebut sebagai 'seninya seni Islam' (the art of Islamic).
Meski karya kaligrafi identik dengan tulisan Arab, kata kaligrafi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani (Kalios: indah dan graphia: tulisan). Sementara itu, bahasa Arab mengistilahkannya dengan khatt (tulisan atau garis) yang ditujukan pada tulisan yang indah (al-kitabah al-jamilah atau al-khatt al-jamil).
Akar kaligrafi Arab sebenarnya adalah tulisan hieroglif Mesir, yang kemudian terpecah menjadi "khatt Feniqi" (Fenisia), Arami (Aram), dan Musnad (kitab yang memuat segala macam hadits). Menurut al-Maqrizi, seorang ahli sejarah abad ke-4, tulisan kaligrafi Arab pertama kali dikembangkan oleh masyarakat Himyar (suku yang mendiami Semenanjung Arab bagian barat daya sekitar 115-525 SM). Musnad merupakan kaligrafi Arab kuno yang mula-mula berkembang dari sekian banyak jenis khatt yang dipakai oleh masyarakat Himyar. Dari tulisan tua Musnad yang berkembang di Yaman, lahirlah khatt Kufi.
Sebagai seni tulis yang melahirkan karya artistik yang bermutu tinggi, kaligrafi memiliki aturan dan teknik khusus dalam pengerjaannya. Bukan hanya pada teknik penulisan, tetapi juga pada pemilihan warna, bahan tulisan, medium, hingga pena. Secara teknis kaligrafi juga sangat bergantung pada prinsip geometri dan aturan tentang keseimbangan. Aturan keseimbangan ini secara fundamental didukung oleh huruf alif dan titik yang menjadi penanda dan pembeda bagi beberapa huruf Arab. Meski dalam perkembangannya muncul ratusan gaya penulisan kaligrafi, tidak semua gaya tersebut bertahan hingga saat ini. Ada sembilan gaya penulisan kaligrafi yang populer yang dikenal oleh para pecinta seni kaligrafi.


1. Kufi

Jenis Kaligrafi KufiGaya penulisan kaligrafi ini banyak digunakan untuk penyalinan Alquran periode awal. Karena itu, gaya Kufi ini adalah model penulisan paling tua di antara semua gaya kaligrafi. Gaya ini pertama kali berkembang di Kota Kufah, Irak, yang merupakan salah satu kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam sejak abad ke-7 M. Gaya penulisan kaligrafi yang diperkenalkan oleh Bapak Kaligrafi Arab, Ibnu Muqlah, memiliki karakter huruf yang sangat kaku, patah-patah, dan sangat formal. Gaya ini kemudian berkembang menjadi lebih ornamental dan sering dipadu dengan ornamen floral


2. Tsuluts

Gaya Kaligrafi TsulutsSeperti halnya gaya Kufi, kaligrafi gaya Tsuluts diperkenalkan oleh Ibnu Muqlah yang merupakan seorang menteri (wazii) di masa Kekhalifahan Abbasiyah. Tulisan kaligrafi gaya Tsuluts sangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudah dibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yang tersedia. Karya kaligrafi yang menggunakan gaya Tsuluts bisa ditulis dalam bentuk kurva, dengan kepala meruncing dan terkadang ditulis dengan gaya sambung dan interseksi yang kuat. Karena keindahan dan keluwesannya ini, gaya Tsuluts banyak digunakan sebagai ornamen arsitektur masjid, sampul buku, dan dekorasi interior.



3. Naskhi

Gaya Kaligfari NaskhiKaligrafi gaya Naskhi paling sering dipakai umat Islam, baik untuk menulis naskah keagamaan maupun tulisan sehari-hari. Gaya Naskhi termasuk gaya penulisan kaligrafi tertua. Sejak kaidah penulisannya dirumuskan secara sistematis oleh Ibnu Muqlah pada abad ke-10, gaya kaligrafi ini sangat populer digunakan untuk menulis mushaf Alquran sampai sekarang. Karakter hurufnya sederhana, nyaris tanpa hiasan tambahan, sehingga mudah ditulis dan dibaca.



4. Riq'ah

Gaya Kaligfrafi Riq'ahKaligrafi gaya Riq'ah merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naskhi dan Tsuluts. Sebagaimana halnya dengan tulisan gaya Naskhi yang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Riq'ah dikembangkan oleh kaligrafer Daulah Usmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tangan biasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangat sederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat.




5. Ijazah (Raihani)

Gaya Kaligrafi RaihaniTulisan kaligrafi gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antara gaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para kaligrafer Daulah Usmani. Gaya ini lazim digunakan untuk penulisan ijazah dari seorang guru kaligrafi kepada muridnya. Karakter hurufnya seperti Tsuluts, tetapi lebih sederhana, sedikit hiasan tambahan, dan tidak lazim ditulis secara bertumpuk (murakkab).



6. Diwani

Gaya Kaligrafi DiwaniGaya kaligrafi Diwani dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian, disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16. Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karakter gaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnya yang kadang-kadang pada huruf tertentu meninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garis horizontalnya. Model kaligrafi Diwani banyak digunakan untuk ornamen arsitektur dan sampul buku.


7. Diwani Jali

Gaya Kaligrafi Diwani JaliKaligrafi gaya Diwani Jali merupakan pengembangan gaya Diwani. Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani di Turki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat, dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jali sebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratif dan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secara selintas. Biasanya, model ini digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasi interior masjid atau benda hias.


8. Farisi

Gaya Kaligrafi FarisisSeperti tampak dari namanya, kaligrafi gaya Farisi dikembangkan oleh orang Persia dan menjadi huruf resmi bangsa ini sejak masa Dinasti Safawi sampai sekarang. Kaligrafi Farisi sangat mengutamakan unsur garis, ditulis tanpa harakat, dan kepiawaian penulisnya ditentukan oleh kelincahannya mempermainkan tebal-tipis huruf dalam 'takaran' yang tepat. Gaya ini banyak digunakan sebagai dekorasi eksterior masjid di Iran, yang biasanya dipadu dengan warna-warni arabes.


9. Moalla

Gaya Kaligrafi Moalla Walaupun belum cukup terkenal, gaya kaligrafi Moalla merupakan gaya yang tidak standar, dan tidak masuk dalam buku panduan kaligrafi yang umum beredar. Meski tidak begitu terkenal, kaligrafi ini masih masuk dalam daftar jenis-jenis kaligrafi dalam wikipedia Arab, tergolong bagian kaligrafi jenis yang berkembang di Iran. Kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hamid Ajami, seorang kaligrafer kelahiran Teheran.