Selasa, 30 April 2013

SEDIKIT TENTANG WAYANG KULIT

Wayang secara harfiah berarti bayangan. Dunia yang diperlihatkan lewat pertunjukan wayang merupakan bayangan dari kehidupan kita sehari-hari. Dari segi fisik,pertunjukan wayang,terutama wayang kulit,memang terjadi dari bayangan boneka wayang yang disorot oleh lampu Blencong dan jatuh pada kain putih bertepi merah yang menerang lebar atau disebut Kelir.
Penyajian cerita wayang kulit biasanya dilakukan semalam suntuk oleh seorang dalang. Pertunjukan dibuka dan ditutup dengan permainan wayang berbentuk seperti daun bernama Gunungan.
Gunungan ini merupakan pohon kehidupan, simbol dari dunia. Setelah cerita selesai, pertunjukan diakhiri dengan permainan wayang Golek. Golek berarti mencari. Maksudnya, penonton  diminta mencari makna atau pesan tersirat dari cerita yang baru saja dipertunjukan.
Wayang kulit telah dianggap sebagai warisan seni budaya teater Indonesia untuk dunia. Boneka wayang kulit panjangnya bervariasi dari 20 cm sampai 1 m dan terbuat dari kulit kerbau atau lembu yang ditatah/diukir. Pada pagelaran wayang, wayang-wayang ditancapkan pada Gedebog/batang pisang, dipisahkan menjadi dua bagian di kiri dan di kanan dalang yang melambangkan dua pihak, kebaikan melawan kejahatan.
Ornamen hiasan wayang kulit mempunyai arti/lambang tetentu. Bentuk tubuh, warna, ukuran, busana, dan perhiasan yang dikenakan menjadi ciri pembeda dari karakter/tokoh yang melambangkan watak tokoh dan kedudukannya. Jika tidak hafal nama si tokoh, kita tetap dapat mengetahui apakah ia seorang ksatria, Begawan, raksasa, dewa, atau punakawan.
Dalang memiliki peran yang sangat domain dalam pertunjukan wayang. Seorang dalang harus bisa menguasai semua dialog dan jenis suara setiap karakter, membuat suara-suara pembentuk suasana adegan, memberi komando pada para pemain gamelan, sambil tetap memainkan wayang ditangannya. Demikian sedikit tentang wayang kulit.
Wayang secara harfiah berarti bayangan. Dunia yang diperlihatkan lewat pertunjukan wayang merupakan bayangan dari kehidupan kita sehari-hari. Dari segi fisik,pertunjukan wayang,terutama wayang kulit,memang terjadi dari bayangan boneka wayang yang disorot oleh lampu Blencong dan jatuh pada kain putih bertepi merah yang menerang lebar atau disebut Kelir.
Penyajian cerita wayang kulit biasanya dilakukan semalam suntuk oleh seorang dalang. Pertunjukan dibuka dan ditutup dengan permainan wayang berbentuk seperti daun bernama Gunungan.
Gunungan ini merupakan pohon kehidupan, simbol dari dunia. Setelah cerita selesai, pertunjukan diakhiri dengan permainan wayang Golek. Golek berarti mencari. Maksudnya, penonton  diminta mencari makna atau pesan tersirat dari cerita yang baru saja dipertunjukan.
Wayang kulit telah dianggap sebagai warisan seni budaya teater Indonesia untuk dunia. Boneka wayang kulit panjangnya bervariasi dari 20 cm sampai 1 m dan terbuat dari kulit kerbau atau lembu yang ditatah/diukir. Pada pagelaran wayang, wayang-wayang ditancapkan pada Gedebog/batang pisang, dipisahkan menjadi dua bagian di kiri dan di kanan dalang yang melambangkan dua pihak, kebaikan melawan kejahatan.
Ornamen hiasan wayang kulit mempunyai arti/lambang tetentu. Bentuk tubuh, warna, ukuran, busana, dan perhiasan yang dikenakan menjadi ciri pembeda dari karakter/tokoh yang melambangkan watak tokoh dan kedudukannya. Jika tidak hafal nama si tokoh, kita tetap dapat mengetahui apakah ia seorang ksatria, Begawan, raksasa, dewa, atau punakawan.
Dalang memiliki peran yang sangat domain dalam pertunjukan wayang. Seorang dalang harus bisa menguasai semua dialog dan jenis suara setiap karakter, membuat suara-suara pembentuk suasana adegan, memberi komando pada para pemain gamelan, sambil tetap memainkan wayang ditangannya. Demikian sedikit tentang wayang kulit.
 
sumber : lantip.. :p

0 komentar:

Poskan Komentar